Stephen Hawking dan Hidayah Allah

607

DR. STEPHEN HAWKING DAN DR. ASADULLAH YATE SAMA-SAMA ASAL INGGRIS DAN MERAIH DOKTOR DARI CAMBRIDGE UNIVERSITY:

BEDANYA HAWKING DARI KRISTEN MENJADI ATHEIS TAPI YATE DARI KRISTEN MENJADI MUSLIM BAHKAN JADI ULAMA DI JERMAN.

Alhamdulillah setelah tahun 2004 dan 2005 berjumpa di Jakarta, pada 15 Maret 2014 berjumpa kembali dengan Dr. Asadullah Yate di Yogyakarta, dan bulan Oktober 2016 berjumpa di Cape Town Afrika Selatan.

Beliau lahir di Inggris tahun 1951 dan semula beragama Kristen. Di masa pemudanya beliau memeluk agama Islam hingga menjadi ulama di Jerman. Beliau yang meraih gelar Dr dari Cambridge University ini juga memiliki sanad Tariqah syadziliyah hingga Rasulullah saw dan sanad keilmuan hingga para ulama pengarang berbagai kitab dalam bidang tasawuf dan fiqh.

Pada pertemuan kedua dengan beliau tahun 2005, sy sempat mengaji kepada beliau secara sorogan kitab Ihya Ulumuddin Bab Syukur pada bahasan tentang dinar dan dirham.

Adapun pertemuan ketiga dengan beliau dalam seminar internasional “Developing Global Islamic Monetary System yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Beliau menyajikan materi ttg “International Trade as a medium of Business Interaction and the Use of Gold Dinar: Historical Perspective and Future Challenges”.

Setelah acara ini, sy pun memohon bantuan doa kepada beliau agar bisa berziarah ke makam Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) di Weimar Jerman. Pujangga kebesaran Jerman ini difatwakan wafat sebagai Muslim oleh guru beliau Syekh Abdal Qadir As Sufi.

Doa saya ternyata belum terkabul. Tapi itulah yang terbaik. Bulan Desember tahun 2014 ini, Allah menakdirkan saya untuk mengikuti short course di Goethe Universität di Frankfurt. Kota ini merupakan tempat kelahiran Goethe. Saya pun dapat berkunjung ke rumah tempat beliau dilahirkan yang menjadi museum dan membeli buku2 karya beliau atau tentang beliau termasuk di dalamnya berisi goresan Goethe beraksara Arab, salah satunya surat an-Nas.

Namun, saya tidak sempat bertemu Dr. Asadullah Yate selama di sana. Kesempatan dapat bertemu beliau kembali yang keempat terjadi bulan Oktober tahun 2016 lalu di Cape Town Afrika Selatan.

Saya yang kemampuan berbahasa Inggris, Arab, dan Jermannya pas-pasan dapat bertemu dengan beliau yang menguasai bahasa Inggris, Arab, Jerman, Spanyol, Prancis dan Persia. Pertemuan ini semakin memunculkan banyak ketidaktahuan dan semakin banyak kelemahan dalam diri hingga teringat ucapan malaikat kepada Allah:

سبحانك لا علم لنا الا ما علمتنا
Maha Suci Engkau (Ya Allah), tak ada ilmu yang kami miliki, kecuali (karena) apa-apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.

Pertemuan dengan beliau dan kunjungan ke dua negeri di belahan utara dan belahan selatan bumi ini mungkin juga berkat doa seorang ibu yang wafat setahun lalu. Beliau hanya berpendidikan formal Sekolah Rakyat yang mengabdikan diri menjadi guru mengaji selama hampir 47 tahun di pelosok kampung di Sukabumi.

Wallahu a’lam bis showab.