Siapa yang Akan Anda Ikuti: Martin Luther atau von Goethe?

478

Jika Anda lahir dan dibesarkan di Jerman, mungkin belum tentu akan ikuti pemikiran tokoh nomor 2 dari kedua tokoh berikut ini. Simaklah baik-baik pendapat keduanya.

1. Martin Luther (1483-1546)

Ia menyatakan tidak percaya jika ada manusia yang mau memercayai ketololan dan ketakhayulan al-Quran. Bahkan menurutnya, setan adalah pengarang terakhir al-Quran. Ia juga mengatakan Muhammad, al-Quran dan orang-orang Turki adalah produk setan. Ia juga menyebut tuhannya orang Turki adalah setan. Karena itu, pandangan Luther terhadap al-Quran mengulangi kembali pendapat para penghujat al-Quran sebelumnya (Adnin Armas, 2005: 29-33)

2. Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832)

Dalam der West-ostliche Divan, Goethe menulis:
“Apakah Al Quran itu abadi?
Hal itu tak kutanyakan!
Apakah Al Quran itu ciptaan?
Itu tak kuketahui!
Bahwa ia kitab segala kitab,
Sebagai muslim wajib kupercaya.
Namun, anggur sungguh abadi,
Tiada ku ragu,
Bahwa ia diciptakan sebelum malaikat,
Mungkin juga bukan puisi.

Sang peminum, bagaimanapun juga,
Memandang wajah-Nya lebih segar belia
ku memandang takjub dan girang,
Bulu merak dalam Al Quran terpasang:
Selamat datang di bentangan suci,
Sang khazanah tertinggi di jagat ini!

Dan kebenaran sudah menyingsing
Apa yang diakui Muhammad:
Hanya ada satu Tuhan
Dialah penguasa semesta alam

Tolol! setiap orang dalam kasusnya
Mengutamakan pendapatnya sendiri
Jika Islam berarti berserah diri kepada Tuhan
Dalam Islam kita hidup dan mati”

(terjemah Damhauser dan Agus Sarjono)

Mari kita berupaya mencari ajaran Islam yang benar, tidak cukup yang diperoleh saat di kampung atau di kampus. Para guru kita itu mungkin tidak ada yang mengajarkan bahwa uang emas dan uang perak diganti uang kertas, tercipta karena bisikan setan.

Penciptaan uang kertas karena bisikan setan justru diungkapkan oleh Goethe dalam karya terakhirnya “Faust” II yang selesai ditulis setahun sebelum beliau wafat. Beliau pun berwasiat agar karyanya itu diterbitkan setelah beliau wafat.

Demikianlah, pemikiran Goethe menerangi umat Islam dan umat-umat lain zaman sekarang yang berserah diri kepada setan dari jenis manusia yang mengendalikan sistem uang kertas.

Menerangi bagi yang mata hatinya sudah dan mau terbuka…..

Wallahu a’lam bis-showab