Serangkaian Pertanyaan tentang Ibn Taimiyah

5056

Ibnu taimiyah hidup di abad ke-13. Beliau tidak punya murid yang secara turun-temurun muridnya itu punya murid juga, yang melestarikan ajarannya. Tiba-tiba di abad ke-18 karya-karya ibnu taimiyah itu tersebar kembali melalui munculnya Muhammad bin Abdul Wahhab.

Siapa orang-oang  yang menjaga dan melestarikan karya ibnu Taimiyah selama 5 abad secara turun-temurun itu? Apakah karya-karya  ibnu Taimiyah yang tersebar kembali sejak abad ke-18 itu asli, atau sudah ada yang memalsukan?

Lalu faham yg dinisbatkan ke Ibnu Taimiyah muncul lagi abad ke-18 melalui Muhammad bin Abdul Wahhab dan gerakannya. Jadi yg melestarikan karya Ibnu Taimiyah sejak beliau wafat pada abad ke-13 hingga munculnya Muhammad bin Abdul Wahhab itu siapa? Apakah karya-karya Ibnu Taimiyah yg sempat vakum selama 5 abad itu dan kemudian beredar kembali sejak abad ke-18, itu asli? Atau sudah ada yang mengubah dengan menyisipkan kata-kata atau kalimat tertentu?

Lalu bagaimana kaitannya dengan hadits yang menyatakan setiap abad akan ada pembaharu? Apakah ulama abad tertentu akan menilai takhayul, bid’ah, syirik dsb, kepada ulama abad sebelumnya dan abad-abad sebelumnya?

Sedangkan ulama-ualama lainj terjaga sanadnya. Contohnya adalah  sanad Syekh Mahfud Tremas dalam mengaji kitab Al Hikam hingga sampai kepada pengarangnya Syekh Ibnu Athailah as Sakandari, yang hidup sezaman dengan Ibnu Taimiyah.