Kertas Sesembahan Buatan Setan

624

“Kertas-kertas kecil yang sudah dinyatakan sebagai uang dan Anda tanda tangan ini, maka nilainya akan jauh lebih berharga dari pada 1000 mahkota (simbol pemimpin) atau lebih”. Kata Setan bernama Mephistopheles bersama Dr. Faust kepada Kaisar yang berambisi ingin kuasai dunia”.

( dalam “Faust II” karya Johann Wolfgang von Goethe, 1749-1832)

Robert T. Kiyosaki dalam Second Change:

Saya bertanya-tanya kapan Zaman Kegelapan dimulai. Bagaimana cara kita dikurung dalam penjara tanpa jeruji baja, rantai, atau gembok? Satu caranya adalah ketiadaan pendidikan finansial. Riset saya menemukan bahwa kita sudah diperingatkan selama bertahun-tahun. Contohnya, pada 1802 Thomas Jefferson berkata, “Saya percaya bahwa lembaga perbankan lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita dibanding tentara”.

Zaman Kegelapan masih melingkupi kita. Pada 2014, bank-bank sentral di seluruh dunia melawan deflasi dengan mencetak triliunan dolar. Deflasi lebih susah dilawan daripada inflasi. Bank-bank sentral mencetak uang untuk mencegah pasar saham dan ekonomi ambruk. Itulah sebabnya krisis yang kita alami hari ini adalah yang paling berbahaya sepanjang sejarah dunia.

Di tiap uang dolar AS ada kata-kata “In God We Trust”. Menurut saya, kata-kata itu menipu. Saya tidak percaya kalau Tuhan memercayai dolar AS.


Dalam buku terbarunya, Money, yang diterbitkan tahun 2014, Steve Forbes, CEO kerajaan media Forbes, menyerukan kembali ke standar emas. Dalam bukunya, Steve menyatakan tiga alasan penting mengapa dunia perlu kembali ke standar emas:

1. Uang kertas bukanlah kekayaan.
2. Andai Amerika Serikat tetap memakai standar emas, pendapatan rakyatnya hari ini bakal 50 % lebih tinggi.
3. Standar emas akan menambah kepercayaan. Emas memperkenankan orang-orang yang saling asing untuk berniaga, berbisnis dengan yakin. Ketika orang tak percaya “uang” yang digunakannya, perniagaan menurun dan ekonomi menyusut.