“Basmallah” Coretan Tangan Goethe yang Indah

987

Dalam kumpulan syair-syairnya yang dikemas dalam buku “der West östliche Divan, Goethe menulis:

Ob der Koran von Ewigkeit sei?
Darnach frag’ich nicht!
Ob der Koran geschaffen sei?
Das weiss ich nicht!
Dass er das Buch der Bücher sei,
Glaub’ ich aus Mosleminen-Pflicht
Dass aber der Wein von Ewigkeit sei,
Daran zweifl’ ich nicht,
Oder dass er vor den Engeln geschaffen sei,
Ist vielleicht auch kein Gedicht.
Der Trinkende, wie es auch immer sei,
Blickt Gott frischer ins Angesicht

(Apakah Al Quran itu abadi?
Hal itu tak kutanyakan!
Apakah Al Quran itu ciptaan?
Itu tak kuketahui!
Bahwa ia kitab segala kitab,
Sebagai muslim wajib kupercaya.
Namun, anggur sungguh abadi,
Tiada ku ragu,
Bahwa ia diciptakan sebelum malaikat,
Mungkin juga bukan puisi.
Sang peminum, bagaimanapun juga,
Memandang wajah-Nya lebih segar belia)

Ich sah, mit Staunen und Vergnuegen,
Eine Pfauenfeder im Koran liegen:
Willkommen an dem heiligen Platz,
Der erdgebilde höchster Schatz!

(Aku memandang takjub dan girang,
Bulu merak dalam Al Quran terpasang:
Selamat datang di bentangan suci,
Sang khazanah tertinggi di jagat ini!)

(ket: terj. Agus R. Sarjono & Berthold Damshaeuser)

Jesus fühlte rein und dachte
Nur den Einen Gott im Stillen;
Wer ihn selbst zum Gotte machte
Kraenkte seinen heiligen Willen.
Und so muss das Rechte scheinen
Was auch Mahomet gelungen;
Nur durch den Begriff des Einen
Hat er alle Welt bezwungen

(Yesus merasa bersih dan tenang untuk berpikir
Hanya ada satu Tuhan;
Yang membuatnya menjadi seorang Tuhan
Menyerang kemauan sucinya.
Dan kebenaran sudah menyingsing
Apa yang diakui Muhammad:
Hanya ada satu Tuhan
Dialah penguasa semesta alam)

Närrisch, dass jeder in seinem Falle
Seine besondere Meinung preist!
Wenn Islam Gott ergeben heisst
In Islam leben und sterben wir alle

(Tolol! setiap orang dalam kasusnya
Mengutamakan pendapatnya sendiri
Jika Islam bersrti berserah diri kepada Tuhan
Dalam Islam kita hidup dan mati)

Bismillaahirrahmaanirrahiim: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Di mulut Muhammad Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) saat terucap “Allah”, di hatinya juga mungkin terucap “Allah” bukan selain-Nya (IMF, Bank Dunia, dan pengendali atau pemberi uang kertas). Karena itu, ketika nama Allah disebut bergetar hatinya, jika dibacakan ayat-ayat Allah bertambah imannya dan bertawakal atau mewakilkan urusan kepada Allah, bukan kepada lembaga pencetak dan pengendali uang kertas. Wallahu a’lam bis showab.

Pujangga Jerman yang pernah menjadi Menteri Keuangan Republik Weimar ini juga sadar keberadaan setan dari jenis jin yang selalu menggoda manusia. Karena itu, muncullah setan dari jenis manusia.

Dalam karyanya Faust II, tokoh yang pernah dinobatkan sebagai paling jenius di dunia dengan IQ 210 ini, mengilustrasikan salah satu hasil perbuatan setan yaitu penggantian uang emas dan uang perak dengan uang kertas. Karena itu, setan dari jenis manusia ini semakin mudah melampiaskan hawa nafsunya, tinggal mencetak kertas-kertas yang sudah disihir menjadi uang atau alat tukar tersebut.

Dalam karya sastranya ini yang selesai ditulis setahun sebelum wafat, Goethe juga membuat adegan bujukan setan kepada Kaisar yang berambisi kuasai dunia. Setan bilang: “kertas-kertas yang Kaisar umumkan sebagai alat tukar dan Kaisar tanda tangani ini, akan mampu menaklukkan 1000 mahkota (simbol pemimpin) atau lebih.

Sebelum wafat, Goethe pun menggerakkan telunjuknya dari kanan ke kiri sebanyak tiga kali membentuk huruf “W”. Di kemudian hari, para muallaf Jerman salah satunya Rais Andreas Abu Bakr Rieger meyakini gerakan itu bukan huruf “W” melainkan lafadz “الله” (Allah).

Mungkin, dari generasi muslim asli Jerman inilah, suatu saat al-Quran kembali menjadi petunjuk bukan hanya bagi orang-orang bertakwa juga petunjuk bagi seluruh manusia.

Semoga berkah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Quran ini, kiprah Rais Abu Bakr Rieger dan bawahannya salah satunya Amir Zaim Saidi di Indonesia ini semakin memudahkan penyebaran kembali dinar dan dirham. Dengan demikian, al Quran pun menjadi dirasakan sebagai petunjuk bukan hanya bagi umat Islam, namun juga bagi umat-umat lainnya. Aamiin.